Bimbingan Teknis dalam Rangka Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya Tahun 2025 di BRMP NTT
Kupang, 05 Agustus 2025 - Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) NTT menerima kunjungan Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya yang terdiri dari 3 dosen dan 5 mahasiswa Universitas Brawijaya dalam kegiatan Penyuluhan dan Bimbingan Teknis dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Inovasi Mini Plant Pengolahan dan Diversifikasi Produk Olahan Daging Ayam Sebagai Protein Hewani Untuk Pencegahan Stunting di Nusa Tenggara Timur” yang bertempat di Aula A BRMP NTT. Kegiatan bimtek ini diikuti oleh Tenaga Fungsional Penyuluh, Analis Standardisasi, PBT, POPT, Teknisi Ayam KUB, juga Dharma Wanita Persatuan BRMP NTT, dan 3 siswa PKL dari SMKN Perbatasan Lamaknen, SMKN 1 Kabupaten Kupang, dan SMKN Kualin.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. V. M. Ani Nurgiartiningsih, M.Sc selaku Ketua Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya mengatakan bahwa BRMP NTT terpilih sebagai tempat berlangsungnya kegiatan karena pada instansi ini pengembangan budidaya ayam KUB masih terus dilaksanakan sehingga berpotensi untuk dilakukan pengolahan daging ayam KUB menjadi produk nugget, abon, dan dimsum (siomay). Selanjutnya dikatakan bahwa Fakultas Peternakan UB melalui kegiatan Doktor Mengabdi berperan untuk meningkatkan kapasitas SDM sehingga dapat memberikan nilai tambah pada hasil ternak. Program ini juga merupakan kerjasama dari berbagai stakeholder pemerintah yang berfokus pada penurunan angka stunting di NTT. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BRMP NTT, Dr. Abdul Wahab, S.P., M.P. dan dalam sambutannya mengapresiasi kepada Universitas Brawijaya yang telah memilih BRMP NTT sebagai tempat untuk mengabdi dan berharap seluruh partisipan dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik serta dapat memberikan dampak positif bagi peternakan ayam KUB di BRMP NTT.
Dalam kegiatan bimtek ini, Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya memberikan pelatihan yang fokus kepada diversifikasi produk olahan daging ayam menjadi nugget, abon, dan dimsum (siomay). Produk ini mengandung protein hewani yang sangat tinggi dan berperan penting dalam tumbuh kembang anak secara optimal sehingga dapat mengurangi risiko stunting. Diversifikasi produk merupakan upaya menciptakan variasi produk dari bahan baku utama yang sama untuk meningkatkan nilai tambah produk. Protein hewani yang terkandung pada produk olahan ini sangat penting bagi tubuh karena mengandung asam amino essensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh, kaya akan zat gizi mikro yang penting seperti zat besi, zinc, dan vitamin B12, serta membantu pembentukan otot, jaringan, enzim, dan hormon. Diversifikasi juga berperan bagi UMKM dan ekonomi lokal untuk membuka peluang usaha baru berbasis olahan daging, meningkatkan pendapatan peternak dan pelaku usaha kecil, serta dapat memanfaatkan potensi lokal untuk pengembangan industri pangan mandiri.
Proses pembuatan produk olahan berupa nugget, abon, dan dimsum (siomay) cukup mudah dilakukan pada skala rumah tangga. Harapannya melalui diversifikasi produk dapat meningkatkan minat untuk mengonsumsi olahan daging ayam bagi anak-anak yang tidak suka mengonsumsi daging ayam secara langsung. Selain dalam bentuk penyajian materi, kegiatan bimtek juga dilakukan praktik langsung pembuatan nugget, abon, dan dimsum (siomay) yang hasilnya langsung dinikmati oleh seluruh peserta bimtek. Kegiatan bimtek ditutup oleh Ketua Tim Kerja Diseminasi, Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si pada pukul 13.00 WITA.